Viewers

Senin, 16 Juli 2018

Menunggu Hadirnya Sang Buah Hati part 03 - Cahaya Terang

Esoknya, Kamis pagi...

Mamak telfon ke klinik tempat dokter Indra praktek untuk membuat janji. Mamak Kin kebagian nomor 18 jam 22.00 WIB, karena jadwal buka praktek dokter Indra memang jam 18.00 WIB, maklum ya karena kalau pagi beliau praktek di RSIA Kendangsari Surabaya, jadi buka prakteknya malem. Pukul 19.00 WIB mamak sudah gak tenang, antara penasaran dan gugup. Bapak Kin nyuruh mamak untuk istirahat dulu, sementara bapak Kin keluar cari makanan ringan buat bekel. Bukannya istirahat, mamak malah utek-utek hape buat nyari informasi mengenai kista. Yah setidaknya kalau dokter bilang macem-macem mamak Kin udah gak shock lagi lah ya hehehe. Jadi ada waktu kurang lebih 4 jam itu bukannya mamak gunakan untuk istirahat malah main hape mulu dan banyakin nata hati dan siapin mental, huhh. Tak lupa juga mamak berdoa. Jam menunjukkan pukul 21.30 WIB, "Mas, berangkat sekarang aja yuk, bawa motornya sambil pelan-pelan". Suamipun menyetujui. Berangkatlah kita ke dokter Indra.

Di tengah perjalanan.

"Mas, ini gimana yaa"
"Duh mas"
"Mas beneran gak papa ya ini"
"Mas kalau beneran ada apa-apa, ambil kistanya nanti waktu lahiran aja ya, aku gak mau operasi sekarang"
"Eh mas, beneran gak sih waktu lahiran nanti kistanya ikut brojol keluar sama bayinya"
Dan bapak Kin cuman bilang "Hmm..sabar".
Oke memang betul, gak ada yang bisa dilakuin selain sabar. Kita juga gak tau bagaimana kehendak dan skenario yang sedang dipersiapkan Allah.

Sesampainya di tempat praktek.

Setelah registrasi. Duduk. Diam. Nunduk. Berdoa komat kamit. Tangan kanan megangi tangan kiri bapak Kin. Dan tangan kanan bapak MAIN GAME! Gapapa, i'm okay! -.-
Saatnya mamak dipanggil masuk. Kesan pertama ketemu dokter Indra. Cantik, ramah dan keibuan sekaliii. Disuruhlah berbaring. Seperti biasa, mamak tegang. "Rileks ya mbak, gak papa kok". Duh, suaranya bikin adem, seenggaknya bikin mamak sedikit lebih tenang. Pas mamak lihat layar LED di depan yang jelas jauh lebih besar, bagus, dan canggih dibanding bidan yang onoh (yaiyaa, yang ono sekali konsul seharga kuota 3 gigaan, lah yang ini sekali konsultasi udah bisa buat depe motor bit cicilan ringan haha) takjublah dengan apa yang terpampang di monitor. Anak gue gaes!! Lha ini udah jelas bentuk badannya, tangan, kaki dan kepala. Kenapa yang onoh kemarin cuman kelihatan kantong doang. Skip.

USG selesai. Mamak duduk di depan dokter Indra, beliau menjelaskan kondisi dedek sehat sekali. Perkembangannya sudah sesuai dengan usianya (kala itu usia kandungan mamak 3 bulan), bahkan saat di USG terlihat jelas dedek aktif, kaki mungilnya diangkat-angkat hehe. Alhamdulillah. Setelah itu tidak lama dokter Indra menuliskan resep asam folat dan berbagai suplemen kehamilan. Lho kok?! Dokter Indra selesai nih periksanya, ndak ada yang disampaikan lagi kah ke mamak?!

Mulailah saya bertanya. "Dok, kandungan saya betul sehat-sehat kan? Ndak ada indikasi lain kah?"
"Sehat mbak, kalau ada apa-apa pasti sudah terlihat dong", kata dokter Indra sambil tersenyum.
Masyaa Allah. Terima kasih Ya Allah, begitu baik Engkau pada hambaMU ini. Engkau anugerahkan kandungan yang sehat dan anak yang sehat.

Sesampainya di rumah, mamak ketawa geli ingat kejadian yang sudah bikin mamak Kin stres sewaktu bidan dekat rumah bilang mamak kena kista. Allahualam ya. Kita lihat saja cek kandungan di bulan-bulan berikutnya. Semoga tidak ada kabar buruk sedikitpun. Intinya, apapun yang terjadi, tetaplah berfikir positif ya bumil-bumil syantik, karena stres tidak akan membantu kita keluar dari masalah. Ibu-ibu hamil harus selalu dengar dan melihat hal-hal yang menyenangkan :)


Lanjut ya buibu pakbapak ke part 04 :D

Selasa, 10 Juli 2018

Menunggu Hadirnya Sang Buah Hati part 02 - Katanya Ada Kista

Hellooowww, mamak Kin datang lagi :D


Seperti yang Mamak bilang, cerita mengenai "Menunggu Hadirnya Sang Buah Hati" akan mamak Kin lanjutkan di part 02 ini.


Sabtu tanggal 03 Juni 2017.

Mamak ke bidan dianterin bapak Kin. Pengennya sih cuman ceki2 doang ya, ternyata mbak2 yang jaga bilangnya bisa USG kok tapi untuk hari Sabtu gak melayani USG. Kalau mau USG bisanya hari Senin - Jumat  dan hari Minggu. Okedeh, akhirnya mamak periksa biasa dan juga mamak tunjukkin hasil testpack kemarin. Ditanya-tanyalah kapan terakhir haid. Setelah dihitung pakai kertas bulet warna-warni dan bisa muter-muter itu -yang bahasa bidannya itu disebut kalkulator kehamilan-. Gak lama kemudian bidan bilang "Mbak, kalau dihitung-hitung dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) sepertinya kandungannya sudah 5 minggu".

Mamak senyum-senyum :)

Pulanglah mamak Kin ke rumah dengan hati yang blossom-blossom gaes. Udah gak sabar pengen hari ini cepat berlalu dan berganti hari esok dimana mamak bisa segera USG. Sebenernya bisa sih ya USG di SPOG, cuman kan ini awal-awal untuk memastikan kehamilan mamak Kin aja, jadi ya itung-itung buat ngirit di kantong, sementara cek kehamilan di bidan dulu wkwk.

USG pertama kalinya.

Besok paginya mamak Kin kembali ke tempat bidan kemarin. Mulailah USG. Tegang. Pikiran udah macem-macem. Sampai akhirnya berdampak ke bidannya yang jadi susah buat nyari si "kantong jabang bayi". Bidan sampai ambil napas dalam dan bilang "Yang rileks mbak jangan tegang, kalau tegang jadi susah ini nyari dedeknya". Oke oke. Rileks. Daaan voila, ketemu! Sebuah kantong janin yang amat sangat keciiiiiilllll dan terlihat sangat samar, sungguh samar sekali. Sering ilang-ilang malah. Setelah selesai USG, bidan diam. Mamak bingung, ada apa ini. Dengan suara lirih bidan bilang "Mbak, sepertinya ini masih dalam masa pembuahan, karena embrio belum menempel kuat pada dinding rahim. Balik kesini lagi 2 minggu atau bulan depan ya mbak"

Wait bu bidan, bukankah masa pembuahan itu hanya hitungan hari ya, bahkan ada sperma yang 45 menit sudah bisa mencapai sel telur. Lha ini mamak Kin udah telat, bahkan kemarin dibilangnya usia kehamilan mamak sudah 5 minggu. Masa iya "anak buahnya" bapak Kin lemot banget renangnya sampai sebulan lebih hahaha. Tapi mamak Kin tetap dikasih asam folat untuk rutin diminum setiap hari ya. Kalau memang benar yang bidan bilang bahwa dedek masih "terbang" kesana kemari, bukankah itu namanya blastokista ya? Berarti belum ada kantong janin sama sekali dong di peyut mamak Kin?! Entahlah, mamak pasrah pada Allah. Tetap jalani hari-hari dengan sabar dan banyakin berdoa, konsumsi asam folat, minum susu kehamilan, makan makanan yang bergizi, and stay positive.


Skip.


Sudah sebulan berlalu. Saatnya kembali cek "kandungan" ke bidan. Sebelum USG mamak banyakin minum air putih supaya pipisnya banyak dan hasil USG terlihat jelas. Alhasil, sambil menunggu antrian, mamak Kin menahan pipis yang aduhai rasanya hihi. Tibalah saatnya giliran mamak Kin USG. Masuk ke ruangan dengan rasa tenang, dalam hati berkata "Ah, kali ini pasti sudah terlihat nih dedek kecilnya, kan udah 2 bulan lebih". Mamak kepedean. USG pun dimulai. Daaan jeng jeeng jeeeng, benar, terlihat jelas kantong janin yang ukurannya sudah agak besar dari bulan lalu. Tapi...bidan mengernyitkan dahinya, "Apa ini ya di sebelah dedek". Ada apa lagi ini, kataku dalam hati. Bidan itupun memanggil rekannya. Masuklah rekannya ke ruangan. Setelah keduanya selesai mengamati "sesuatu" yang ada di sebelah dedek, mereka bisik-bisik. Mamak paling gak suka situasi kayak gini. Dan bidan yang pertama periksa mamak bilang "Mbak, coba dicek lagi kandungannya ke SPOG ya, nanti saya buatkan rujukannya".


"Lho ada apa ya?", tanyaku. "Hmm, sepertinya ini ada cairan di sebelah dedek, saya rasa itu kista mbak". Woooooottttttttt??? Lemas dengkul mamakmu Kin. "Sebenernya itu wajar dialami oleh ibu hamil muda mbak", lanjut bidan itu. Wajar gundulmu. Itu kista booooo, darimana wajarnya, kalau bisa ya hamil sehat lah, tak mau ada apa-apa. Hening. Mamak hanya bisa diam. Diberilah mamak surat rujukan. Disitu tertulis nama dokter tersebut, dr. Indra Yuliati., SPOG (K). Nantinya dokter itulah favorit dan penyemangat mamak Kin. Mamak Kin terima rujukan itu dengan tatapan dan pikiran kosong.


Ada apa lagi ini Gusti?


Lanjut part 03 

Menunggu Hadirnya Sang Buah Hati part 01

Assalamu'alaikum wr wb,



Hai hai, perkenalkan nama saya Anggita (sebut saja Mamak Kin), ibuknya Keenar Rumaisha yang paling syantik se-Kecamatan hohoho..
Saya disini baru yaa buibu dan pakbapak, jadi monmaap kalau tulisan saya agak receh dibacanya :)


Mamak Kin mau sharing nih buibu pakbapak tentang seputar pengalaman menunggu hadirnya sang buah hati. Pasti banyak sekali ya pasangan diluar sana yang menunggu hadirnya malaikat kecil di tengah keluarga mereka, ada berbagai macam cara yang mereka lakukan mulai dari memperbanyak ibadah hingga melakukan berbagai usaha seperti minum jamu, konsumsi madu penyubur, konsultasi ke dokter spesialis hingga program bayi tabung dll, dan yang pasti lebih intens hohohihe yaa hihi..


Oh iya, mamak Kin mau cerita sedikit mengenai awal mula menikah. Mamak Kin dan bapak Kin menikah di tahun 2015 tepatnya akhir bulan September. Di 3 bulan usia pernikahan kami, mamak Kin sempat terlambat datang bulan. Mamak Kin lupa sih tepatnya tanggal berapa. Misal tanggal 8 harusnya mamak sudah datang bulan tapi di hari itu tanggal 10 mamak belum juga haid. Dan tanggal 11 dini harinya sekitar jam 01:00 WIB diajaklah mamak hohohihe sama bapak Kin (monmaap agak vorno wkwk). Betapa kagetnya mamak setelah itu, keluar darah segar dan banyak gumpalan darah. Shock? Yes!. Yang ada di pikiran mamak Kin waktu itu apakah ini bakal janin atau hanya gumpalan darah mens?!. Mamak tak tau, sungguh tak tau, karena mamak juga males periksa daripada tau kebenarannya, yang ada malah bikin kecewa. Jadi skip aja yaa.


Bulan Januari 2016 mamak mulai bekerja (sebelum2nya jadi IRT - Istri Rumah Tangga - selama 3 bulan hihi). Sebelumnya mamak udah kerja sih, cuman karena ikut suami ya harus resign karena beda kota. Keinginan kuat memiliki anakpun muncul, karena kan lingkungan mamak semakin luas ya, denger cerita sana sini tentang anak bikin mamak baper. Nangis? Sering. Every single time malah haha lebay. Drama beli testpack dan selalu kecewa dengan hasilnya seperti sudah biasa bagi mamak Kin. Seperti itu terus berulang hingga 1,5 tahun lebih lamanya. Habis berapa banyak testpack? Yah lumayan, bisa buat beli kuota paket 5 GB + 5 GB Youtube + 5 GB Youtube Tanpa Kuota di jam 00.00-06.00 WIB, karena beli testpacknya yang 2ribuan. Woohoo


Skip.


Kala itu hari Jumat tanggal 28 Mei 2017 mamak Kin mulai gelisah karena sebentar lagi tanggal 30 Mei waktunya mamak Kin haid lagi. Entah kenapa gelisahnya yang ini beda. Gelisahnya lebih ke seneng, gak sabar, penasaran, campur aduk deh pokoknya. Gak tau juga kenapa kok seneng haha. Tapi mamak Kin coba tahan dulu untuk nggak testpack. Mamak tunggu aja sampai tanggal mensnya lewat. Tanggal 29 malem, tidur mamak Kin mulai gak tenang, sampai kebawa mimpi pulak :( Tiap selesai sholat tahajudpun mamak Kin rasanya pengen testpack karena kan katanya kadar HCG dalam urine saat bangun tidur itu lebih tinggi jadi lebih akurat hasilnya, tapi tetap saja niat itu mamak urungkan.


Tanggal 02 Juni 2017.

Disuatu malam yang sunyi, ciee, tepatnya hari Jumat saat mamak Kin selesai sholat tahajud seperti biasa, entah kenapa mamak yakin untuk testpack, kali ini yakin seyakinnya. Masuklah mamak Kin ke kamar mandi, sebelumnya ambil testpack dulu yee. Oh iya betewe, testpack itu mamak belinya sejak kejadian ambigu yang menimpa mamak Kin di bulan Desember, halahh, yang waktu mamak ngeluarin gumpalan darah banyak banget disusul dengan darah segar. Berarti udah lama banget yekaan belinya, mamak Kin simpen di tas dan gak berani mamak pakai hingga 1,5 tahun lamanya. So, tiap mamak testpack selalu beli, padahal di tas ada cadangan. Gak tau kenapa mamak mikirnya "jangan pakai testpack ini dulu, ntar aja pakenya kalo udah bener2 yakin".


Tibalah saatnya mamak testpack.

Setelah urine mamak Kin masukin ke cube (sebenernya botol aqua mamak potong jadi kecil ambil bawahnya aja wkwk), barulah mamak masukin testpack ke cube tadi. Dan jeeng jeeeng jeeeenggg.....mamak Kin POSITIF..!!! Ada 2 garis tergambar jelas disana, gak perlu nunggu lama untuk dapetin hasil ini, nunggu gak sampai 1 menit (sesuai anjuran pakai di kemasan), udah terlihat jelaass banget. Allahu Akbar! Mamak Kin teriak sambil nangis, larilah mamak ke sofa tempat dimana calon bapak lagi tidur nungguin mamak Kin sholat -.-


Mamak peluk bapak Kin, bapak Kin bingung. "Aku positif mas!".


Bapak Kin baru sadar. Dia bangun, peluk dan cium mamak :) Alhamdulillah katanya. Kelihatan banget dia nangis huhu (jadi kangen bapak Kin haha)


Paginya dia cekrak cekrek hasil testpack dan UPLOAD!! -.-


"Alhamdulillah rejeki di awal bulan Ramadhan" kurang lebih begitu captionnya. Karena kebetulan saat itu memang bulan Ramadhan. Disana banyak sekali doa yang terlayangkan. Aamiin. Dan beginilah penampakan testpack mamak kala itu.



Besoknya hari Sabtu tanggal 03 Juni 2017, mamak bawa testpack itu ke bidan dekat rumah.

Lanjut di part 02 :)