Esoknya, Kamis pagi...
Mamak telfon ke klinik tempat dokter Indra praktek untuk membuat janji. Mamak Kin kebagian nomor 18 jam 22.00 WIB, karena jadwal buka praktek dokter Indra memang jam 18.00 WIB, maklum ya karena kalau pagi beliau praktek di RSIA Kendangsari Surabaya, jadi buka prakteknya malem. Pukul 19.00 WIB mamak sudah gak tenang, antara penasaran dan gugup. Bapak Kin nyuruh mamak untuk istirahat dulu, sementara bapak Kin keluar cari makanan ringan buat bekel. Bukannya istirahat, mamak malah utek-utek hape buat nyari informasi mengenai kista. Yah setidaknya kalau dokter bilang macem-macem mamak Kin udah gak shock lagi lah ya hehehe. Jadi ada waktu kurang lebih 4 jam itu bukannya mamak gunakan untuk istirahat malah main hape mulu dan banyakin nata hati dan siapin mental, huhh. Tak lupa juga mamak berdoa. Jam menunjukkan pukul 21.30 WIB, "Mas, berangkat sekarang aja yuk, bawa motornya sambil pelan-pelan". Suamipun menyetujui. Berangkatlah kita ke dokter Indra.
Di tengah perjalanan.
"Mas, ini gimana yaa"
"Duh mas"
"Mas beneran gak papa ya ini"
"Mas kalau beneran ada apa-apa, ambil kistanya nanti waktu lahiran aja ya, aku gak mau operasi sekarang"
"Eh mas, beneran gak sih waktu lahiran nanti kistanya ikut brojol keluar sama bayinya"
Dan bapak Kin cuman bilang "Hmm..sabar".
Oke memang betul, gak ada yang bisa dilakuin selain sabar. Kita juga gak tau bagaimana kehendak dan skenario yang sedang dipersiapkan Allah.
Sesampainya di tempat praktek.
Setelah registrasi. Duduk. Diam. Nunduk. Berdoa komat kamit. Tangan kanan megangi tangan kiri bapak Kin. Dan tangan kanan bapak MAIN GAME! Gapapa, i'm okay! -.-
Saatnya mamak dipanggil masuk. Kesan pertama ketemu dokter Indra. Cantik, ramah dan keibuan sekaliii. Disuruhlah berbaring. Seperti biasa, mamak tegang. "Rileks ya mbak, gak papa kok". Duh, suaranya bikin adem, seenggaknya bikin mamak sedikit lebih tenang. Pas mamak lihat layar LED di depan yang jelas jauh lebih besar, bagus, dan canggih dibanding bidan yang onoh (yaiyaa, yang ono sekali konsul seharga kuota 3 gigaan, lah yang ini sekali konsultasi udah bisa buat depe motor bit cicilan ringan haha) takjublah dengan apa yang terpampang di monitor. Anak gue gaes!! Lha ini udah jelas bentuk badannya, tangan, kaki dan kepala. Kenapa yang onoh kemarin cuman kelihatan kantong doang. Skip.
USG selesai. Mamak duduk di depan dokter Indra, beliau menjelaskan kondisi dedek sehat sekali. Perkembangannya sudah sesuai dengan usianya (kala itu usia kandungan mamak 3 bulan), bahkan saat di USG terlihat jelas dedek aktif, kaki mungilnya diangkat-angkat hehe. Alhamdulillah. Setelah itu tidak lama dokter Indra menuliskan resep asam folat dan berbagai suplemen kehamilan. Lho kok?! Dokter Indra selesai nih periksanya, ndak ada yang disampaikan lagi kah ke mamak?!
Mulailah saya bertanya. "Dok, kandungan saya betul sehat-sehat kan? Ndak ada indikasi lain kah?"
"Sehat mbak, kalau ada apa-apa pasti sudah terlihat dong", kata dokter Indra sambil tersenyum.
Masyaa Allah. Terima kasih Ya Allah, begitu baik Engkau pada hambaMU ini. Engkau anugerahkan kandungan yang sehat dan anak yang sehat.
Sesampainya di rumah, mamak ketawa geli ingat kejadian yang sudah bikin mamak Kin stres sewaktu bidan dekat rumah bilang mamak kena kista. Allahualam ya. Kita lihat saja cek kandungan di bulan-bulan berikutnya. Semoga tidak ada kabar buruk sedikitpun. Intinya, apapun yang terjadi, tetaplah berfikir positif ya bumil-bumil syantik, karena stres tidak akan membantu kita keluar dari masalah. Ibu-ibu hamil harus selalu dengar dan melihat hal-hal yang menyenangkan :)
Lanjut ya buibu pakbapak ke part 04 :D
Dan bapak Kin cuman bilang "Hmm..sabar".
Oke memang betul, gak ada yang bisa dilakuin selain sabar. Kita juga gak tau bagaimana kehendak dan skenario yang sedang dipersiapkan Allah.
Sesampainya di tempat praktek.
Setelah registrasi. Duduk. Diam. Nunduk. Berdoa komat kamit. Tangan kanan megangi tangan kiri bapak Kin. Dan tangan kanan bapak MAIN GAME! Gapapa, i'm okay! -.-
Saatnya mamak dipanggil masuk. Kesan pertama ketemu dokter Indra. Cantik, ramah dan keibuan sekaliii. Disuruhlah berbaring. Seperti biasa, mamak tegang. "Rileks ya mbak, gak papa kok". Duh, suaranya bikin adem, seenggaknya bikin mamak sedikit lebih tenang. Pas mamak lihat layar LED di depan yang jelas jauh lebih besar, bagus, dan canggih dibanding bidan yang onoh (yaiyaa, yang ono sekali konsul seharga kuota 3 gigaan, lah yang ini sekali konsultasi udah bisa buat depe motor bit cicilan ringan haha) takjublah dengan apa yang terpampang di monitor. Anak gue gaes!! Lha ini udah jelas bentuk badannya, tangan, kaki dan kepala. Kenapa yang onoh kemarin cuman kelihatan kantong doang. Skip.
USG selesai. Mamak duduk di depan dokter Indra, beliau menjelaskan kondisi dedek sehat sekali. Perkembangannya sudah sesuai dengan usianya (kala itu usia kandungan mamak 3 bulan), bahkan saat di USG terlihat jelas dedek aktif, kaki mungilnya diangkat-angkat hehe. Alhamdulillah. Setelah itu tidak lama dokter Indra menuliskan resep asam folat dan berbagai suplemen kehamilan. Lho kok?! Dokter Indra selesai nih periksanya, ndak ada yang disampaikan lagi kah ke mamak?!
Mulailah saya bertanya. "Dok, kandungan saya betul sehat-sehat kan? Ndak ada indikasi lain kah?"
"Sehat mbak, kalau ada apa-apa pasti sudah terlihat dong", kata dokter Indra sambil tersenyum.
Masyaa Allah. Terima kasih Ya Allah, begitu baik Engkau pada hambaMU ini. Engkau anugerahkan kandungan yang sehat dan anak yang sehat.
Sesampainya di rumah, mamak ketawa geli ingat kejadian yang sudah bikin mamak Kin stres sewaktu bidan dekat rumah bilang mamak kena kista. Allahualam ya. Kita lihat saja cek kandungan di bulan-bulan berikutnya. Semoga tidak ada kabar buruk sedikitpun. Intinya, apapun yang terjadi, tetaplah berfikir positif ya bumil-bumil syantik, karena stres tidak akan membantu kita keluar dari masalah. Ibu-ibu hamil harus selalu dengar dan melihat hal-hal yang menyenangkan :)
Lanjut ya buibu pakbapak ke part 04 :D
