Hellooowww, mamak Kin datang lagi :D
Seperti yang Mamak bilang, cerita mengenai "Menunggu Hadirnya Sang Buah Hati" akan mamak Kin lanjutkan di part 02 ini.
Sabtu tanggal 03 Juni 2017.
Mamak ke bidan dianterin bapak Kin. Pengennya sih cuman ceki2 doang ya, ternyata mbak2 yang jaga bilangnya bisa USG kok tapi untuk hari Sabtu gak melayani USG. Kalau mau USG bisanya hari Senin - Jumat dan hari Minggu. Okedeh, akhirnya mamak periksa biasa dan juga mamak tunjukkin hasil testpack kemarin. Ditanya-tanyalah kapan terakhir haid. Setelah dihitung pakai kertas bulet warna-warni dan bisa muter-muter itu -yang bahasa bidannya itu disebut kalkulator kehamilan-. Gak lama kemudian bidan bilang "Mbak, kalau dihitung-hitung dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) sepertinya kandungannya sudah 5 minggu".
Mamak senyum-senyum :)
Pulanglah mamak Kin ke rumah dengan hati yang blossom-blossom gaes. Udah gak sabar pengen hari ini cepat berlalu dan berganti hari esok dimana mamak bisa segera USG. Sebenernya bisa sih ya USG di SPOG, cuman kan ini awal-awal untuk memastikan kehamilan mamak Kin aja, jadi ya itung-itung buat ngirit di kantong, sementara cek kehamilan di bidan dulu wkwk.
USG pertama kalinya.
Besok paginya mamak Kin kembali ke tempat bidan kemarin. Mulailah USG. Tegang. Pikiran udah macem-macem. Sampai akhirnya berdampak ke bidannya yang jadi susah buat nyari si "kantong jabang bayi". Bidan sampai ambil napas dalam dan bilang "Yang rileks mbak jangan tegang, kalau tegang jadi susah ini nyari dedeknya". Oke oke. Rileks. Daaan voila, ketemu! Sebuah kantong janin yang amat sangat keciiiiiilllll dan terlihat sangat samar, sungguh samar sekali. Sering ilang-ilang malah. Setelah selesai USG, bidan diam. Mamak bingung, ada apa ini. Dengan suara lirih bidan bilang "Mbak, sepertinya ini masih dalam masa pembuahan, karena embrio belum menempel kuat pada dinding rahim. Balik kesini lagi 2 minggu atau bulan depan ya mbak"
Wait bu bidan, bukankah masa pembuahan itu hanya hitungan hari ya, bahkan ada sperma yang 45 menit sudah bisa mencapai sel telur. Lha ini mamak Kin udah telat, bahkan kemarin dibilangnya usia kehamilan mamak sudah 5 minggu. Masa iya "anak buahnya" bapak Kin lemot banget renangnya sampai sebulan lebih hahaha. Tapi mamak Kin tetap dikasih asam folat untuk rutin diminum setiap hari ya. Kalau memang benar yang bidan bilang bahwa dedek masih "terbang" kesana kemari, bukankah itu namanya blastokista ya? Berarti belum ada kantong janin sama sekali dong di peyut mamak Kin?! Entahlah, mamak pasrah pada Allah. Tetap jalani hari-hari dengan sabar dan banyakin berdoa, konsumsi asam folat, minum susu kehamilan, makan makanan yang bergizi, and stay positive.
Skip.
Sudah sebulan berlalu. Saatnya kembali cek "kandungan" ke bidan. Sebelum USG mamak banyakin minum air putih supaya pipisnya banyak dan hasil USG terlihat jelas. Alhasil, sambil menunggu antrian, mamak Kin menahan pipis yang aduhai rasanya hihi. Tibalah saatnya giliran mamak Kin USG. Masuk ke ruangan dengan rasa tenang, dalam hati berkata "Ah, kali ini pasti sudah terlihat nih dedek kecilnya, kan udah 2 bulan lebih". Mamak kepedean. USG pun dimulai. Daaan jeng jeeng jeeeng, benar, terlihat jelas kantong janin yang ukurannya sudah agak besar dari bulan lalu. Tapi...bidan mengernyitkan dahinya, "Apa ini ya di sebelah dedek". Ada apa lagi ini, kataku dalam hati. Bidan itupun memanggil rekannya. Masuklah rekannya ke ruangan. Setelah keduanya selesai mengamati "sesuatu" yang ada di sebelah dedek, mereka bisik-bisik. Mamak paling gak suka situasi kayak gini. Dan bidan yang pertama periksa mamak bilang "Mbak, coba dicek lagi kandungannya ke SPOG ya, nanti saya buatkan rujukannya".
"Lho ada apa ya?", tanyaku. "Hmm, sepertinya ini ada cairan di sebelah dedek, saya rasa itu kista mbak". Woooooottttttttt??? Lemas dengkul mamakmu Kin. "Sebenernya itu wajar dialami oleh ibu hamil muda mbak", lanjut bidan itu. Wajar gundulmu. Itu kista booooo, darimana wajarnya, kalau bisa ya hamil sehat lah, tak mau ada apa-apa. Hening. Mamak hanya bisa diam. Diberilah mamak surat rujukan. Disitu tertulis nama dokter tersebut, dr. Indra Yuliati., SPOG (K). Nantinya dokter itulah favorit dan penyemangat mamak Kin. Mamak Kin terima rujukan itu dengan tatapan dan pikiran kosong.
Ada apa lagi ini Gusti?
Lanjut part 03
Wait bu bidan, bukankah masa pembuahan itu hanya hitungan hari ya, bahkan ada sperma yang 45 menit sudah bisa mencapai sel telur. Lha ini mamak Kin udah telat, bahkan kemarin dibilangnya usia kehamilan mamak sudah 5 minggu. Masa iya "anak buahnya" bapak Kin lemot banget renangnya sampai sebulan lebih hahaha. Tapi mamak Kin tetap dikasih asam folat untuk rutin diminum setiap hari ya. Kalau memang benar yang bidan bilang bahwa dedek masih "terbang" kesana kemari, bukankah itu namanya blastokista ya? Berarti belum ada kantong janin sama sekali dong di peyut mamak Kin?! Entahlah, mamak pasrah pada Allah. Tetap jalani hari-hari dengan sabar dan banyakin berdoa, konsumsi asam folat, minum susu kehamilan, makan makanan yang bergizi, and stay positive.
Skip.
Sudah sebulan berlalu. Saatnya kembali cek "kandungan" ke bidan. Sebelum USG mamak banyakin minum air putih supaya pipisnya banyak dan hasil USG terlihat jelas. Alhasil, sambil menunggu antrian, mamak Kin menahan pipis yang aduhai rasanya hihi. Tibalah saatnya giliran mamak Kin USG. Masuk ke ruangan dengan rasa tenang, dalam hati berkata "Ah, kali ini pasti sudah terlihat nih dedek kecilnya, kan udah 2 bulan lebih". Mamak kepedean. USG pun dimulai. Daaan jeng jeeng jeeeng, benar, terlihat jelas kantong janin yang ukurannya sudah agak besar dari bulan lalu. Tapi...bidan mengernyitkan dahinya, "Apa ini ya di sebelah dedek". Ada apa lagi ini, kataku dalam hati. Bidan itupun memanggil rekannya. Masuklah rekannya ke ruangan. Setelah keduanya selesai mengamati "sesuatu" yang ada di sebelah dedek, mereka bisik-bisik. Mamak paling gak suka situasi kayak gini. Dan bidan yang pertama periksa mamak bilang "Mbak, coba dicek lagi kandungannya ke SPOG ya, nanti saya buatkan rujukannya".
"Lho ada apa ya?", tanyaku. "Hmm, sepertinya ini ada cairan di sebelah dedek, saya rasa itu kista mbak". Woooooottttttttt??? Lemas dengkul mamakmu Kin. "Sebenernya itu wajar dialami oleh ibu hamil muda mbak", lanjut bidan itu. Wajar gundulmu. Itu kista booooo, darimana wajarnya, kalau bisa ya hamil sehat lah, tak mau ada apa-apa. Hening. Mamak hanya bisa diam. Diberilah mamak surat rujukan. Disitu tertulis nama dokter tersebut, dr. Indra Yuliati., SPOG (K). Nantinya dokter itulah favorit dan penyemangat mamak Kin. Mamak Kin terima rujukan itu dengan tatapan dan pikiran kosong.
Ada apa lagi ini Gusti?
Lanjut part 03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar